Suara Pembaharuan Riau

Senin, 26 Oktober 2026

Membangun Karakter Lewat Keagamaan: Pembinaan Fiqih Ibadah & Kebaktian Gereja Warga Binaan Lapas Narkotika Rumbai.


Pekanbaru, || Suara Pembaharuan Riau 
Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai terus berkomitmen memberikan pembinaan rohani yang inklusif dan berkesinambungan bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Di bawah arahan dan pengawasan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik), kegiatan pembinaan kerohanian rutin digelar, meliputi kajian Fiqih Ibadah bagi WBP Muslim serta Kebaktian Rutin bagi WBP Kristiani di Gereja Lapas.

Pelaksanaan kegiatan keagamaan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama, memperbaiki tata cara ibadah, serta membentuk mental dan karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui wadah ibadah yang memadai, seluruh warga binaan didorong untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kasi Binadik menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam proses reintegrasi sosial di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai. Diharapkan, bekal keagamaan dan pembentukan akhlak mulia yang diperoleh selama masa pembinaan dapat menjadi benteng diri yang kuat bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat kelak.

#LapasNarkotikaRumbai #PembinaanKerohanian #Kemenimipas #Pemasyarakatan #Integritas

LAKSANAKAN APEL PAGI DENGAN PENUH KHIDMAD UNTUK MEMPERKUAT DISIPLIN DAN TANGGUNGJAWAB DIAWAL PEKAN DILAPAS NARKOTIKA KELAS IIB RUMBAI.


Pekanbaru, || Suara Pembaharuan Riau 
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai, Ismadi, memimpin secara langsung pelaksanaan Apel Pagi Pegawai dengan menyampaikan sejumlah arahan strategis dan tegas. Dalam amanatnya, beliau menginstruksikan optimalisasi kontrol keliling secara rutin dan ketat di seluruh area brandgang guna memastikan situasi keamanan serta ketertiban lingkungan tempat kerja senantiasa kondusif.

Kalapas juga menegaskan kepada seluruh jajaran untuk menanamkan prinsip "Waspada Jangan-Jangan" sebagai pedoman utama dalam mengemban tugas Pemasyarakatan. Semboyan ini menjadi pengingat krusial agar seluruh personel senantiasa siaga, tidak kompromi, dan mampu mengantisipasi serta meminimalisir segala potensi gangguan keamanan sejak dini.

Menutup arahannya, Ismadi memerintahkan seluruh atasan langsung untuk menjalankan pengawasan berjenjang secara ketat, khususnya dalam mengontrol kedisiplinan dan kehadiran anggota di masing-masing subseksi. Langkah tegas ini diambil demi terus memperkuat integritas, soliditas, serta profesionalisme jajaran petugas Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai.

#LapasNarkotikaRumbai #Pemasyarakatan #WaspadaJanganJangan #PengawasanBerjenjang #Kemenimipas #Integritas

Minggu, 25 Oktober 2026

Dirlantas Polda Riau Kombes Gathut Bowo Supriyono, Melalui OPS Patuh Mari Kita Wujudkan Riau Berkeselamatan.


PEKANBARU, || Suara Pembaharuan Riau 
Polda Riau mengerahkan 971 personel dalam Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat, menekan angka kecelakaan, serta mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan.

Apel gelar pasukan dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Pol. Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si., di Mapolda Riau, Senin (26/10/2026), dengan tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.”

Dalam amanat Kapolda Riau, Simson menegaskan bahwa operasi tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

“Harapan kita, suatu saat masyarakat berkendara dengan aman, tertib, dan lancar bukan karena aturan atau tekanan, melainkan karena kesadaran bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan,” ujarnya.

Data Ditlantas Polda Riau mencatat, Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 mengungkap enam kejadian kecelakaan dengan lima korban meninggal dunia serta 14.935 tindakan terhadap pelanggar lalu lintas.

Dirlantas Polda Riau Kombes Pol. Gathut Bowo Supriyono, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan operasi tahun ini mengutamakan pendekatan edukatif dan persuasif melalui sosialisasi, imbauan, penjagaan, pengaturan, dan patroli. Penindakan dilakukan secara terukur melalui tilang elektronik maupun manual sesuai ketentuan.

Sepuluh sasaran prioritas meliputi tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melanggar marka atau rambu, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, melawan arus, tidak memakai helm SNI, berboncengan melebihi ketentuan, menggunakan pelat nomor tidak sesuai aturan, serta parkir di tempat terlarang seperti trotoar.

Dirlantas Polda Riau berharap Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta mengurangi fatalitas korban di jalan raya. Ia juga mengajak seluruh pengguna jalan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dan budaya dalam berkendara, bukan sekadar kewajiban saat ada petugas.

Polda Riau mengingatkan seluruh personel agar bertugas secara profesional dan humanis, mengutamakan keselamatan masyarakat, serta menghindari pungutan liar.

Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 diharapkan menjadi momentum membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di Provinsi Riau.(***)

Sabtu, 24 Oktober 2026

TINGKATKAN KEBUGARAN DAN SEMANGAT KEBERSAMAAN LAPAS NARKOTIKA RUMBAI GELAR SENAM SEHAT BERSAMA.

Pekanbaru, || Suara Pembaharuan Riau 
Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai menggelar kegiatan senam sehat bersama pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan lapas. Melalui kegiatan olahraga bersama, seluruh peserta diharapkan dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kegiatan senam sehat berlangsung di lapangan Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai dengan diikuti oleh petugas dan warga binaan. Senam dilaksanakan melalui gerakan olahraga yang dipandu oleh instruktur, sehingga peserta dapat mengikuti setiap gerakan dengan penuh semangat. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme dan kebersamaan, mencerminkan pentingnya menjaga kesehatan serta mempererat hubungan positif di lingkungan pemasyarakatan.

Pelaksanaan senam sehat ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kebugaran fisik, serta membangun pola hidup sehat. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana rekreasi positif bagi warga binaan dan petugas. Dengan berolahraga bersama, diharapkan tercipta lingkungan pemasyarakatan yang sehat, harmonis, dan mendukung pelaksanaan program pembinaan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Ismadi, memberikan arahan agar kegiatan olahraga dan pembinaan jasmani terus dilaksanakan secara rutin. Beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan antara petugas dan warga binaan. Melalui kegiatan positif seperti ini, seluruh warga binaan diharapkan dapat membangun kebiasaan hidup sehat dan mengikuti program pembinaan dengan penuh semangat.

Melalui kegiatan senam sehat bersama ini, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, produktif, dan humanis. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi petugas dan warga binaan untuk senantiasa menjaga kebugaran tubuh serta memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung keberhasilan pembinaan di Lapas Narkotika Rumbai.

WUJUDKAN PEMBINAAN KEMANDIRIAN WARGA BINAAN LAPAS NARKOTIKA RUMBAI SUKSES PANEN TIMUN.

Pekanbaru, || Suara Pembaharuan Riau 
Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Pada Sabtu (24/10/2026), warga binaan berhasil melaksanakan panen timun dari program pertanian yang dikembangkan di lingkungan Lapas Narkotika Rumbai. Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan dalam mendorong warga binaan menjadi lebih produktif dan mandiri.

Kegiatan panen timun ini melibatkan warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, dengan dukungan petugas Lapas Narkotika Rumbai. Bertempat di area pertanian dalam lingkungan lapas, kegiatan ini memanfaatkan lahan yang tersedia untuk ditanami dan dirawat hingga menghasilkan panen. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan pengalaman langsung dalam proses budidaya tanaman, mulai dari perawatan hingga pemanenan hasil pertanian.

Program pembinaan ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Melalui praktik pertanian, warga binaan dilatih untuk memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kemandirian. Keberhasilan panen timun diharapkan dapat memotivasi warga binaan untuk terus mengembangkan potensi diri dan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh secara positif.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Ismadi, memberikan arahan agar program pembinaan kemandirian terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal serta mendorong warga binaan untuk mengikuti setiap kegiatan pembinaan dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian, program pertanian tidak hanya menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan peningkatan keterampilan warga binaan.

Melalui keberhasilan panen timun ini, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai berharap pembinaan kemandirian dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada kesiapan warga binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Jumat, 23 Oktober 2026

Ombudsman Kota Pekanbaru Kunjungi Lapas Pekanbaru, Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan.


Pekanbaru, || Suara Pembaharuan Riau 
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menerima kunjungan Ombudsman Kota Pekanbaru dalam rangka audiensi dan penyerapan aspirasi terkait penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan lapas pada Kamis (23/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi Ombudsman untuk mendengarkan secara langsung aspirasi, masukan, serta pengalaman dari Petugas, Warga Binaan, dan keluarga Warga Binaan terkait pelayanan yang diberikan. Melalui dialog terbuka tersebut, setiap aspirasi yang disampaikan menjadi bagian penting dalam mengawal transparansi dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan.

Audiensi ini juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi berbagai aspek pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan, termasuk keterbukaan informasi, mekanisme penyampaian pengaduan, serta pemenuhan hak-hak WBP dan keluarga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, menyampaikan bahwa kunjungan dan audiensi bersama Ombudsman menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.

“Bagi kami, setiap aspirasi, kritik, dan saran yang disampaikan merupakan masukan yang sangat berharga untuk melakukan perbaikan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan secara transparan, profesional, dan akuntabel, serta memastikan hak-hak warga binaan dan keluarga tetap terpenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Eko Ari Wibowo.

Ia juga menegaskan bahwa keterbukaan terhadap pengawasan dan masukan dari pihak eksternal merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan pemasyarakatan yang berintegritas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Lapas Kelas IIA Pekanbaru terus berupaya mewujudkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Keterlibatan Ombudsman dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memastikan setiap pelayanan berjalan sesuai standar dan prosedur yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan audiensi ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari berbagai pihak. Aspirasi yang disampaikan oleh petugas, Warga Binaan, maupun keluarga akan menjadi perhatian dalam upaya melakukan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.

Sinergi antara Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Ombudsman Kota Pekanbaru diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat serta mendorong terwujudnya pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas, berintegritas, dan bebas dari maladministrasi.

Lapas Narkotika Rumbai Salurkan Bantuan Sosial ke Panti Asuhan Al-Fajar.


Pekanbaru, || Suara Pembaharuan Riau 
Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai menyalurkan bantuan sosial ke Panti Asuhan Al-Fajar sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas terhadap sesama. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan bahan pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak di panti asuhan.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Lapas Narkotika Rumbai kepada masyarakat sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi. Melalui kegiatan ini, diharapkan bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak Panti Asuhan Al-Fajar.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Ismadi, menyampaikan arahan agar seluruh jajaran senantiasa menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama dan terus berkontribusi positif bagi masyarakat. Ia juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk nyata pengabdian dan komitmen pemasyarakatan dalam memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Rumbai berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan semangat berbagi. Diharapkan, kegiatan ini dapat memperkuat hubungan baik antara jajaran pemasyarakatan dan masyarakat serta menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan.